بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
“Barang siapa yang beriman untuk Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menghormati tamunya, dan barangsiapa yang beriman untuk Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR.Bukhari)
Silaturahmi memiliki tidak sedikit manfaat untuk kehidupan. Dengan mengawal silaturahmi hubungan antar family dan bermasyarakat pun akan terjaga baik. Kita pun akan memiliki tidak sedikit teman. Ada kalanya anda berada dalam situasi kesusahan maka orang bakal datang menolong kita.
Lalu bagaimana andai kita menyimpulkan silaturahmi dengan dalil tertentu? Entah itu diakibatkan jarak, emosi, sakit hati, malu atau lainnya. Apakah urusan itu diizinkan dalam islam? Nah, sebagai berikut penjeleasan hukum menyimpulkan tali silaturahmi menurut keterangan dari islam.
Pandangan Islam mengenai Memutuskan Tali Silaturahmi
Hukum menyimpulkan silaturahmi dalam islam ialah haram atau tidak diperbolehkan. Pernyataan itu didasarkan pada dalil-dalil ayat Al-quran dan Al-hadist.Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah untuk Tuhan-mu yang sudah menciptakan anda dari seorang diri, dan dari padanya Allah membuat isterinya; dan dari pada dua-duanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan wanita yang banyak. Dan bertakwalah untuk Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya anda saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu mengawal dan memantau kamu.” (QS. An-Nisa ayat 1)
“Sembahlah Allah, janganlah melakukan syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari)
Dalil-dalil diatas menyatakan tentang kewajiban manusia guna menyambung silaturahmi. Dalam islam mengawal hubungan kekerabatan termasuk tindakan seseorang yang beriman dan bertaqwa untuk Allah Ta’ala. Apabila anda mengingkari urusan itu tentu saja anda akan berdosa.
Bahaya Memutuskan Silaturahmi
Tak tidak banyak orang yang menyimpulkan silaturahmi melulu karena masalah pribadi. Misalnya sakit hati, sibuk, berjauhan lokasi tinggal dan sebagainya. Sebenarnya urusan itu tidak boleh anda lakukan. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bahkan pernah bersabda bahwa tidak halal untuk umat muslmim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam. Jika memang anda merasa bersalah maka telah seharusnya anda meminta maaf. Namun bilamana kesalahan terletak pada pihak lain, tak terdapat salahnya anda menyapa terlebih dahulu. Perbuatan itu tidaklah hina di mata Allah Ta’ala. Justru anda mendapatkan pahala sebab telah berbesar hati untuk mengampuni dan menyampaikan salam terlebih dahulu.Dari Abi Ayub al-Anshariy berkat, bahwa bahwasannya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana dua-duanya bertemu kemudian yang ini berpaling dan yang tersebut berpaling. Yang terbaik salah satu keduanya merupakan orang yang mengawali mengucapkan salam.” (HR. Muslim).
Berikut ini sejumlah bahaya menyimpulkan silaturahmi dalam Islam:
1.Dilaknat oleh Allah Ta’ala
“Maka apa kiranya andai kamu berkuasa bakal membuat kehancuran di bumi dan menyimpulkan silaturahmi, Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan mata mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)
2.Seolah-olah memakan bara api
Semisal terdapat orang yang melakukan salah terhadap kita. Orang itu sudah berjuang meminta maaf, namun anda tidak menerimanya dan terus menyimpan dendam. Bahkan kita menyimpulkan silaturahmi. Maka tindakan kita ini dibenci Allah Ta’ala. Dalam hadist shahih diterangkan bahwa seseorang yang selalu menampik silaturahmi dari kerabatnya, maka ia laksana memakan bara api yang panas.
Abu Hurairah RA, beliau berkata: “Ada seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan laki-laki tersebut berkata: Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, aku memiliki keluarga dan saat aku melakukan baik untuk mereka, mereka melakukan jelek terhadapku. Mereka acuh terhadapku, sebenarnya aku sudah bermurah hati untuk mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Jika demikian, maka seolah-olah anda memberi santap mereka dengan bara api. Dan bantuan Allah akan tidak jarang kali senantiasa menyertaimu selama anda begitu (berusaha bersilaturahmi).” (HR. Muslim)
3.Dibenci oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Auf, beliau berkata: “Pada suatu senja pada hari Arafah, ketika kami (para sahabat) duduk mengelilingi Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, tiba-tiba Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila di dalam majlis ini terdapat yang menyimpulkan tali silaturahmi, maka berdirilah, tidak boleh duduk bareng kami.”
4.Tidak terkabulnya Doa
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah sekitar tidak berisi dosa dan menyimpulkan silaturahmi tetapi Allah bakal beri padanya tiga hal: [1] Allah bakal segera mengabulkan do’anya, [2] Allah bakal menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah bakal menghindarkan darinya keburukan yang seperti.” Para sahabat kemudian mengatakan, “Kalau begitu kami akan menggandakan berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata,” Allah nanti yang menggandakan mengabulkan do’a-do’a kalian”.” (HR. Ahmad)
5.Mendapatkan siksa dunia dan akhirat
“Tidak terdapat dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan untuk pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain tindakan zalim dan menyimpulkan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi
6. Dijauhkan dari surga
Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak bakal masuk surga orang yang menyimpulkan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim).
7.Memutus kebaikan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya (kata) rahmi dipungut dari (nama Allah) ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku bakal menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku bakal memutuskannya.” (HR. al-Bukhari).
8.Tidak akan mendapat rahmat dari Allah Ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Rahmat tidak bakal turun untuk kaum yang padanya ada orang yang menyimpulkan tali silaturahmi.” (HR Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar