Kamis, 29 Agustus 2019

AMALAN DAN KELEBIHAN MALAM NISFU SYA'BAN



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ



Bulan sya’ban ialah salah satu bulan yang paling agung. Dimana didalam bulan sya’ban itu ada satu malam yang paling istimewa yakni malam diangkatnya kitab amalan insan kehadirat ilahi Rabbi Allah SWT yang dinamakan dengan malam Nisfu Sya’ban. Malam Nisfu sya’ban dengan kata lain malam pertengahan bulan sya’ban yakni malam ke-15 bulan sya’ban.

Malam nisfu sya’ban ini ialah malam yang dinanti-nantikan oleh ummat muslim, sebab pada malam ini ialah malam diangkatnya kitab amalan kita untuk Allah SWT dan dibukanya kitab lembaran baru supaya kita bisa menyambut bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang bersih dari tindakan maksiat dan dosa.

Sungguh, tidak sedikit sekali kelebihan-kelebihan dimalam nisfu sya’ban diantaranya yakni pada malam berikut terbukanya pintu langit dan malam dimakbulkan segala doa, sampai-sampai Malam Nisfu Sya’ban pun disebut dengan :

1) Malam Lailatul Mubarakah yakni malam keberkatan

2) Malam Lailatul Qismah wal taqdir yakni malam pembahagian dan penentuan

3) Malam Lailatul Syafaah yakni malam syafaat

4) Malam Lailatul Takfir yakni malam mengkifaratkan dosa

5) Malam Lailatul Ijabah yakni malam diperkenankan doa

6) Malam Lailatul Hayat yakni malam yang hidup atau malam yang tidak dimatikan hatinya bilamana seseorang menghidupkan malam tersebut.

Nah begitu tidak sedikit kelebihan dimalam nisfu sya’ban tersebut,

Rasulullah SAW juga bersabda:
Artinya: ”Jika terjadi Malam Nisfu Sya’ban maka shalatlah anda sekalian pada malam harinya dan puasalah anda sekalian pada siang harinya,karena seseungguhnya Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam itu mulai tenggelam matahari dan

berfirman: ”Apakah tidak terdapat hamba-KU yang meminta apunan sampai-sampai AKU (Allah) ampuni, apakah tidak terdapat hamba-Ku yang meminta rizqi sampai-sampai AKU memberinya rizqi.apakah tidak terdapat hamba-KU yang terpapar Bala, sampai-sampai aku bisa menyelamatkanya ,apakah tidak demikian ,apakah tidak demikian, sampai terbit fajar”.

Imam Al-Ghazali menceritakan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang sarat dengan syafaat (pertolongan Allah). dan menurut keterangan dari Imam Ghazali pada malam ke-13 Bulan Sya’ban Allah SWT menyerahkan sepertiga syafaatnya untuk hamba-NYA, sementara pada malam ke-14 semua syafaat itu diserahkan secara penuh,dengan demikian pada malam ke-15 ummat islam bisa memiliki tidak sedikit sekali kebajikan sebagai penutup daftar amalnya sekitar setahun, sebab pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah daftar perbuatan insan penghuni bumi bakal di naikkan ke hadapan ilahi Rabbi Allah SWT. Maka hidupkanlah malam nisfu sya’ban tersebut.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam pertengahan bulan Sya’ban, maka hatinya tidak mati biarpun seluruh hati mati saat itu.”

Oleh sebab itu, Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam nisfu sya’ban ini dengan menyimak surah Yasin sejumlah 3 kali selepas shalat maghrib.

1) Bacaan kesatu diniatkan agar dipanjangkan usia untuk beribadah untuk Allah SWT

2) Bacaan kedua dengan niat agar dilapangkan Allah rezekinya yang halal dan diberkati-Nya

3) dan bacaan ketiga diniatkan agar diputuskan iman didalam hatinya dan mati dalam suasana beriman.

Lalu menyimak Doa ini:

Hukum Memutuskan Tali Silaturahmi Menurut Agama Islam


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ


Sebagai makhluk sosial, pastinya tidak ada insan yang dapat hidup sendiri. Kita mesti dapat berinteraksi dengan orang lain, bersikap ramah dan mengawal silaturahmi. Dalam islam sendiri, hukum menjalin tali silaturahmi ialah wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang beriman untuk Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menghormati tamunya, dan barangsiapa yang beriman untuk Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR.Bukhari)

Silaturahmi memiliki tidak sedikit manfaat untuk kehidupan. Dengan mengawal silaturahmi hubungan antar family dan bermasyarakat pun akan terjaga baik. Kita pun akan memiliki tidak sedikit teman. Ada kalanya anda berada dalam situasi kesusahan maka orang bakal datang menolong kita.

Lalu bagaimana andai kita menyimpulkan silaturahmi dengan dalil tertentu? Entah itu diakibatkan jarak, emosi, sakit hati, malu atau lainnya. Apakah urusan itu diizinkan dalam islam? Nah, sebagai berikut penjeleasan hukum menyimpulkan tali silaturahmi menurut keterangan dari islam.

Pandangan Islam mengenai Memutuskan Tali Silaturahmi

Hukum menyimpulkan silaturahmi dalam islam ialah haram atau tidak diperbolehkan. Pernyataan itu didasarkan pada dalil-dalil ayat Al-quran dan Al-hadist.

Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah untuk Tuhan-mu yang sudah menciptakan anda dari seorang diri, dan dari padanya Allah membuat isterinya; dan dari pada dua-duanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan wanita yang banyak. Dan bertakwalah untuk Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya anda saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu mengawal dan memantau kamu.” (QS. An-Nisa ayat 1)

“Sembahlah Allah, janganlah melakukan syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari)

Dalil-dalil diatas menyatakan tentang kewajiban manusia guna menyambung silaturahmi. Dalam islam mengawal hubungan kekerabatan termasuk tindakan seseorang yang beriman dan bertaqwa untuk Allah Ta’ala. Apabila anda mengingkari urusan itu tentu saja anda akan berdosa.

Bahaya Memutuskan Silaturahmi

Tak tidak banyak orang yang menyimpulkan silaturahmi melulu karena masalah pribadi. Misalnya sakit hati, sibuk, berjauhan lokasi tinggal dan sebagainya. Sebenarnya urusan itu tidak boleh anda lakukan. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bahkan pernah bersabda bahwa tidak halal untuk umat muslmim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam. Jika memang anda merasa bersalah maka telah seharusnya anda meminta maaf. Namun bilamana kesalahan terletak pada pihak lain, tak terdapat salahnya anda menyapa terlebih dahulu. Perbuatan itu tidaklah hina di mata Allah Ta’ala. Justru anda mendapatkan pahala sebab telah berbesar hati untuk mengampuni dan menyampaikan salam terlebih dahulu.

Dari Abi Ayub al-Anshariy berkat, bahwa bahwasannya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana dua-duanya bertemu kemudian yang ini berpaling dan yang tersebut berpaling. Yang terbaik salah satu keduanya merupakan orang yang mengawali mengucapkan salam.” (HR. Muslim).
Berikut ini sejumlah bahaya menyimpulkan silaturahmi dalam Islam:

1.Dilaknat oleh Allah Ta’ala

“Maka apa kiranya andai kamu berkuasa bakal membuat kehancuran di bumi dan menyimpulkan silaturahmi, Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan mata mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)

2.Seolah-olah memakan bara api

Semisal terdapat orang yang melakukan salah terhadap kita. Orang itu sudah berjuang meminta maaf, namun anda tidak menerimanya dan terus menyimpan dendam. Bahkan kita menyimpulkan silaturahmi. Maka tindakan kita ini dibenci Allah Ta’ala. Dalam hadist shahih diterangkan bahwa seseorang yang selalu menampik silaturahmi dari kerabatnya, maka ia laksana memakan bara api yang panas.

Abu Hurairah RA, beliau berkata: “Ada seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan laki-laki tersebut berkata: Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, aku memiliki keluarga dan saat aku melakukan baik untuk mereka, mereka melakukan jelek terhadapku. Mereka acuh terhadapku, sebenarnya aku sudah bermurah hati untuk mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Jika demikian, maka seolah-olah anda memberi santap mereka dengan bara api. Dan bantuan Allah akan tidak jarang kali senantiasa menyertaimu selama anda begitu (berusaha bersilaturahmi).” (HR. Muslim)

3.Dibenci oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Auf, beliau berkata: “Pada suatu senja pada hari Arafah, ketika kami (para sahabat) duduk mengelilingi Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, tiba-tiba Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila di dalam majlis ini terdapat yang menyimpulkan tali silaturahmi, maka berdirilah, tidak boleh duduk bareng kami.”

4.Tidak terkabulnya Doa
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah sekitar tidak berisi dosa dan menyimpulkan silaturahmi tetapi Allah bakal beri padanya tiga hal: [1] Allah bakal segera mengabulkan do’anya, [2] Allah bakal menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah bakal menghindarkan darinya keburukan yang seperti.” Para sahabat kemudian mengatakan, “Kalau begitu kami akan menggandakan berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata,” Allah nanti yang menggandakan mengabulkan do’a-do’a kalian”.” (HR. Ahmad)

5.Mendapatkan siksa dunia dan akhirat
“Tidak terdapat dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan untuk pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain tindakan zalim dan menyimpulkan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi 

6. Dijauhkan dari surga

Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak bakal masuk surga orang yang menyimpulkan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim).

7.Memutus kebaikan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya (kata) rahmi dipungut dari (nama Allah) ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku bakal menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku bakal memutuskannya.” (HR. al-Bukhari).

8.Tidak akan mendapat rahmat dari Allah Ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Rahmat tidak bakal turun untuk kaum yang padanya ada orang yang menyimpulkan tali silaturahmi.” (HR Muslim)

BELAJAR DARI SEBUAH MUSIBAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ


Gambar terkaitBelajar dari MusibahSemoga Allah mengolah musibah dan bencana dengan kemudahan dan keberkahan.

Mahasuci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu; yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa salah satu anda yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (QS al-Mulk [67]: 1-2).

Ayat tersebut menegaskan tentang adanya ujian dalam kehidupan dan kematian, termasuk terjadinya musibah dan bencana. Sebagai seorang Muslim, kamu harus meyakini bahwa setiap apa yang terjadi, termasuk musibah dan bencana, merupakan atas kehendak-Nya dan ada pelajaran (ibrah) dalam kehidupan.

Pertama, sebagai ujian keimanan.

Apa pun musibah dan bencana yang menimpa merupakan ujian, sebagai kiat Allah untuk meningkatkan kualitas iman. Maka, sebagai seorang Muslim, kamu harus menerima apa pun ketentuan-Nya dengan ikhlas dan penuh kesabaran (QS al-Baqarah [2]: 155-157 ).

Kedua, sebagai sarana untuk introspeksi diri.

Musibah dan bencana yang menimpa merupakan sebagai sarana introspeksi diri, bukan bahan penyesalan tanpa berkesudahan, berkeluh kesah, sehingga harus berputus asa dari rahmat-Nya. Sudah seharusnya sebagai seorang Muslim, kamu hendaknya memperbanyak istighfar, zikir, dan bertobat kepada-Nya.

Semoga Allah mengolah musibah dan bencana dengan kemudahan, kebaikan, dan keberkahan. Dalam hal ini,Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang dikehendaki Allah kebaikan pada dirinya, maka Dia akan memberikan cobaan kepadanya.” (HR Bukhari).kursus komputer majalengka

Ketiga, meninggikan derajat dan mengurangi dosa. 

Kadang tanpa disadari, seseorang mengerjakan salah yang menyebabkan dirinya berlumuran dosa. Dan, Allah memberikan musibah kepadanya sebagai konsekuensi atas dosa dan maksiat yang dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seseorang benar-benar mempunyai status di sisi Allah, namun tidak ada satu amal yang bisa mengantarkannya ke sana. Maka, Allah senantiasa mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya sehingga dia bisa sampai pada kedudukan yang dikehendaki oleh Allah.”

Keempat, sebagai ladang amal saleh.

Allah membukakan ladang amal atas bencana dan musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Dan, kesempatan terbuka lebar guna kita untuk menunjukkan solidaritas persaudaraan antarsesama. Rasulullah SAW bersabda: “Orang Muslim itu merupakan saudara guna Muslim lainnya, ia tidak akan menzalimi dan menyerahkannya pada musuh.

Barang siapa berada dalam kebutuhan saudaranya yang Muslim, Allah akan memenuhi hajatnya. Barang siapa yang menghilangkan satu tantangan saudaranya yang Muslim, Allah akan hilangkan satu tantangan di hari kiamat. Dan, barang siapa yang menutup aib seorang Muslim maka Allah akan menutup aibnya di hari kiamat.” (HR Muttafaq ‘Alaihi).

Semoga Allah memberikan kesabaran guna bangsa ini dalam menerima setiap musibah dan bencana yang terjadi dan di berikan solusi serta jalan keluar. Sehingga, bencana dan musibah yang terjadi ini berbuah kebaikan dan terangkatnya bangsa ini menjadi bangsa besar dan kuat. Amin.kursus komputer majalengka

TIGA PERKARA YANG HARUS SELALU ADA DALAM HIDUP KITA

Tiga Perkara Yang Harus Selalu Ada Dalam Hidup Kita



Gambar terkait



Assalamu A'laikum Wr.Wb
SEBAGAIMANA jantung terus berdetak, mata berkedip dan paru-paru senantiasa memompa darah, laksana tersebut pula dalam kehidupan kamu secara spiritual.

Ada perkara-perkara yang tak boleh lemah, apalagi hilang dalam jiwa kita. Lebih-lebih bila dalam hidup ini kamu mempunyai destinasi mulia.

Tiga urusan itu adalahperkara yang sangat sederhana, namun kala iman melemah, sangat berat rasanya guna dapat menekuninya dengan istiqomah.

Akan tetapi, bila dilakukan sepenuh hati, perkara sederhana ini sungguh akan mendatangkan tidak sedikit guna dalam kehidupan seorang Muslim, dunia dan akhirat. Bahkan akan semakin mempertajam keimanan kamu dan kepercayaan diri dalam menghadapi suka-duka kehidupan.

Ada tiga perkara yang kaum Muslim tak boleh lemah apalagi hilang dalam keseharian.

Pertama, doa

Doa ialah permohonan seorang hamba guna Allah Ta’ala yang mempunyai status agung di sisi-Nya. Rasulullah bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, di samping daripada doa.” (HR. Ibnu Majah).

Bahkan, sebaliknya, siapa yang tidak mau berdoa guna Allah, sungguh kemurkaan-Nya pasti menghampiri kehidupannya. Rasul bersabda, “Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) guna Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi).

Pertanyaanya kemudian adalah, apakah Allah akan mengabulkan doa kita? Jawabannya tentu saja iya. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an.


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin [40] : 60).
Kemudian firman-Nya;

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“(Dan) apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS: Al-Baqarah [2] : 186).
Tetapi, bagaimana dengan mereka yang sudah sekian lama berdoa, namun tak kunjung ada jawaban dari-Nya?

Sungguh Allah tidak akan menolak doa. Dalam konteks ini kamu harus belajar bagaimana Nabi Ayyub tak berhenti berdoa, Nabi Zakaria, dan Nabi Ibrahim. Para Nabi itu diuji sangat berat, namun mereka tetap istiqomah berdoa guna Allah Ta’ala semata.
Di samping itu agar doa kamu diterima oleh Allah Ta’ala kamu harus meyakinkan setiap apa yang ada dalam diri kita, terutama urusan makanan benar-benar bersih dari unsur-unsur keharaman. Karena makanan haram akan menyebabkan doa kamu tertolak.

Kedua, sabar

Sekalipun kata ini sangat umum disampaikan, namun tidak tidak tidak sedikit yang masih salah dalam menerapkan sabar.

Sabar dalam Islam hanya berlaku pada segala kesungguhan jiwa dalam menekuni kebaikan dan kebenaran, meskipun kadangkala demi mempertahankannya harus bertaruh nyawa.

Jadi, perkara apapun di samping yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan, bagaimanapun gigihnya tidak termasuk kumpulan sabar. Seperti dua insan yang berpacaran, lamanya mereka pacaran sampai pada hari pernikahan tidak bisa disebut sebagai kesabaran. Sebab pacaran saja sudah salah dan tentu dosa. Bagaimana mungkin orang yang berlama-lama dalam dosa bisa disebut sebagai sabar?

Sabar dalam Islam merupakan upaya powerful dalam menahan diri dari menggarap hal-hal yang mengedepankan hawa nafsu. Seperti marah, yang penting beres, merendahkan orang lain atau apapun yang intinya tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Seringkali orang tidak sabar dalam hal mencari rizki, akhirnya mencuri, korupsi, mengurangi takaran. Bahkan sampai ada yang ikut membungakan fulus pinjaman. Jika dinalar, kenapa tersebut seluruh dilakukan? Jawabannya tentu karena berkeinginan cepat tidak tidak banyak uang atau berkeinginan cepat kaya.

Seorang Muslim tidak boleh asal dapat, harus memperhatikan sumber dan caranya, halal atau tidak. Nah, ketika seorang Muslim menghalalkan segala kiat maka dia sudah tidak sabar dalam menjaga imannya. Dan, ini ialah mula ketidakbaikan guna masa depannya, baik dunia maupun akhirat.

Oleh karena itu, dalam posisi apapun kita saat ini, berapapun penghasilannya, sabar harus menjadi pilihan. Sebab, tidak ada jalan terbaik untuk sukses sejati di hadapan Ilahi, kecuali dengan bersabar.

Ketiga, tawakkal

Hidup ini ada yang mengatur, tidak semua yang direncanakan akan sesuai 100%. Ada yang tidak terealisasi bahkan ada yang sangat menciptakan kecewa hati. Akan tetapi, sebagi Muslim kamu tak perlu depresi atau frustasi. Serahkan saja seluruh untuk yang Maha Mengatur, Allah Ta’ala.

Tawakkal berarti menyerahkan setiap urusan yang kamu jalani, walau tersebut telah kamu upayakan dengan segenap daya ikhtiar dan doa. Dan, ini merupakanperintah dari-Nya;

قَالُواْ يَا مُوسَى إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَداً مَّا دَامُواْ فِيهَا فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

“Dan melulu untuk Allah hendaknya kamu bertawakkal, bila kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS: Al-Maidah [5]: 24).

Dengan demikian, maka mari kita isi hari-hari kamu dengan ikhtiar yang maksimal sembari terus menghidupkan doa, sabar dan tawakkal. Insya Allah kebaikan, kesuksesan dan kebahagiaan yang akan kamu raih tidak saja di dunia namun pun di akhirat. Tidak saja guna diri dan family namun pun untuk umat manusia. Wallahu a’lam.
Wassalamu Alaikum Wr.Wb

SEJARAH AGAMA ISLAM LENGKAP


Hasil gambar untuk Sejarah Agama Islam
Agama islam ialah agama samawi atau agama langit yang diangkut oleh Rasulullah SAW atas perintah Allah SWT. Kata “Islam” sendiri berasal dari kata dalam bahasa arab aslama yang berarti selamat. Sejahtera atau berserah diri. Islam pun berarti kedamaian, dan keselamatan yang menurut
penyerahan diri untuk Allah SWT. Islam pun dimaknai dengan perbuatan arif dan orang yang menganut agama islam dinamakan dengan sebutan muslim.

Sebelum membicarakan sejarah Islam terlebih dahulu perlu disebut-sebut kondisi sosial bangsa Arab sebelum kedatangan Islam. Hal ini untuk memahami latar belakang sosial bangsa Arab saat Islam datang, sampai-sampai dengan gampang memperbandingkan antara situasi Arab sebelum dan sesuadah kedatangan Islam. Sama laksana agama beda yang terdapat di muka bumi, agama islam mempunyai sejarah yang butuh diketahui oleh penganutnya. Sejarah atau dalam doktrin pendidikan islam dinamakan sebagai ilmu tarikh.

Zaman Sebelum Datangnya Islam

Sebelum Islam datang ke dunia khususnya di negara Timur Tengah distrik Arab dikelilingi oleh dua kekaisaran besar yaitu Romawi Timur di sebelah Barat dan Persia di sebelah timur. Wilayah dominasi Romawi Timur merangkum Syiria, Mesir, Palestina, Turki, Asia kecil, dan sejumlah bagian dari benua Eropa. Puncak kejayaan Romawi ialah pada ketika kepemimpinan Yustinus (483-565 M) pada masa tersebut terjadi pertempuran atara kekaisaran Romawi Timur dan Persia. Peperangan dengan Persia mengakibatkan pengaruh mereka melemah sehingga ketika islam tumbuh dan kuat mereka bisa ditumbangkan dan wilayahnya masuk dalam dominasi agama islam.

Agama Kristen ialah agama besar yang saat tersebut berkembang di wilayah kekeuasaan Romawi dan Kaisar Konstantin mengakui agama kristen sebagai agama yang sah yang tidak sedikit dianut masyarakat dan menjadikannya sebagai agama negara. Sementara pada kerajaan Persia, agama yang dianut ialah agama zoroaster. Kaisar Parwiz (590) adalahpenguasa terakhir kekaisaran persia yang menyukai kekuasaan, kekayaan, kemewahan, dan mempunyai istri yang beragama Kristen. Kaisar Parwiz pun pernah merobek surat Nabi Muhammad dan mengenyahkan utusan yang membawa surat tersebut. Pada masa kaisar Yazdigard III (634-652) pasukan muslim dari Arab sukses menaklukkan Persia.

Masyarakat Arab Sebelum Islam

Pada masa menjelang kedatangan agama islam situasi politik, ekonomi dan kebiasaan masyarakat Arab sedang kacau dan terpecah-pecah, dan tidak terdapat pemimpin diantara mereka. Masyarakat Arab terpecah menjadi suku-suku dan kabilah-kabilah yang didasari oleh hubungan darah dan kepentingan dalam menjaga sukunya.

Bangsa Arab pra Islam meyakini mitos-mitos yang diwariskan oleh nenek moyang dan bertumpu sistem keyakinan paganisme, yakni keyakinan yang menyembah dewa, roh, hantu, azimat, dan beda sebagainya, yang mana dalam Al-Qur’an urusan itu disebut sebagai sebagai kemusyrikan. (baca guna membaca Alqur’an dalam kehidupan dan guna membaca Alqur’an untuk ibu hamil)

Bangsa Arab pra Islam pun menyembah berhala kecuali semua penganut agama Yahudi dan Nasrani yang jumlahnya tidak banyak. Tidak melulu itu, mereka menyembah matahari, batu, pohon, bintang dan angin. Berhala-berhala yang sangat besar sesembahan mereka dinamai Lata, Mana, ‘Uzza dan Hubal dan berhala tersebut ditaruh disekeliling ka’bah yang bisa disembah dalam acara keagaamaan ketika itu. Di sisi lainnya terdapat sebanyak oenganut agama Yahudi dan Nasrani yang masih mempertahankan doktrin agamanya termasuk doktrin keesaan Tuhan atau monotheisme.

Masa Awal Kedatangan Islam

Masa kedatangan islam dimulai dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW, nabi akhir zaman dan selanjutnya beliau mengucapkan islam untuk seluruh kaum Arab sesudah Allah SWT mengusungnya menjadi Rasul.

  • Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Islam datang diangkut oleh Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW yang bermunculan dari kalangan bangsawan Quraisy. Ia tercetus yatim, Ayahnya yang mempunyai nama Abdullah bin Abu Muthalib wafat saat berniaga dan ibunya mempunyai nama Aminah binti Wahab. Diketahui bahwa Nabi Muhammad ialah keturunan nabi ismail. Muhammad saw dicetuskan pada 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah, atau pada tanggal 20 April 571 (baca keutamaan bulan maulid). Ketika berusia 40 tahun dia diusung menjadi Rasul dengan turunnya wahyu kesatu Alqur’an yang difirmankan oleh Allah dan dikatakan oleh malaikat Jibril yaitu Surat al- Alaq ayat 1-5.

  • Dakwah Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW kesatu kali berdakwah pada bangsa Quraisy yang bermukim di Makkah dan memperkenalkan mereka untuk Allah SWT sebagai tuhan yang maha esa. Beliau mengucapkan bahwa Allah ialah pencipta semua alam semesta, pencipta kehidupan, kematian, pemberi rezeki dan beda sebagainya.

Dakwah ini tadinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi di lokasi tinggal sahabat lantas lambat laun dakwah dikatakan secara terang-terangan. Ada yang menerima dakwah itu dan terdapat yang terang-terangan menolaknya bahkan hendak mencelakai nabi Muhammad dan mengusirnya dari Mekkah. Saat agama islam diperkenalkan melulu ada 10 orang saja yang menganutnya diantaranya adala Khadijah istri nabi, Abu Bakar paman nabi serta Ali bin Abi thalib putra paman nabi.

  • Strategi Dakwah Muhammad SAW

Adapun sejumlah strategi dakwah yang diterapkan nabi Muhammad SAW kala tersebut adalah


1. Menanamkan iman untuk para sahabat

Nabi Muhammad SAW mengenalkan tauhid untuk para kawan dan kaumnya sebagai dasar kehidupan manusia. Rasulullah SAW mengajarkan hakikat pembuatan manusia ialah untuk menyembah Allah SWT (baca hakikat insan menurut keterangan dari islam). Hal ini dimaksudkan bahwa andai seseorang sudah beriman untuk Allah SWT maka ia mesti mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharian termasuk guna membela kepentingan agama dan membela islam (baca faedah iman untuk Allah). Hal berikut yang menciptakan para kawan nabi rela berusaha dan mengorbankan segalanya demi kepentingan agama islam. (baca destinasi hidup menurut keterangan dari islam)

2. Dakwah secara bertahap

Dalam berdakwah rasul memakai strategi dan etape yang jelas, beliau mengawali dakwah pada keluarganya sendiri lantas baru ia menyebarkannya ke lingkungan terdekat selanjutnya masyarakat luar tidak banyak demi tidak banyak dengan menyuruh sahabat yang telah mendekap agama islam sebelumnya.

Rasul pun menyuruh para kawan yang disegani oleh bangsa Quraisy guna ikut menyebarkan agama islam dan memakai pengaruhnya. Rasul secara bertahap pun mengajarkan nilai-nilai islam dan teknik menjalankan ibadah laksana shalat baik shalat mesti maupun shalat sunnah, puasa ramadhan (baca puasa ramadhan dan fadhilahnya), zakat (baca penerima zakat dan kriteria penerima zakat), sedekah (baca keutamaan bersedekah), haji (baca kriteria mesti haji) dan beda sebagainya.

3. Memanfaatkan potensi yang ada

Nabi Muhammad dalam dakwahnya beliau mendayagunakan segala potensi insan yang terdapat dengan teknik yang efektif. Beliau menikahi Khadijah dan menyuruh Pamannya yang mempunyai kekayaan lebih guna mendanai dakwah (baca 13 istri istri Nabi Muhammad SAW dan sifatnya). Rasul pun mempunyai sahabat yang mempunyai pengaruh besar dalam suku Quraisy yang akan menolong dan melindunginya dalam pertempuran seperti Umar bin Khatab dan hamzah. Rasul pun memanfaatkan potensi intelektual kawan seperti Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Mas’ud demi kepentingan penyebaran agama Islam. (baca sahabat

Masa Khulafaur-Rasyidin

Setelah nabi Muhammad SAW wafat maka beliau digantikan oleh pemimpin yang bukan nabi tetapi khalifah. Ada empat khalifah kesatu pengganti Rasulullah SAW yang dinamakan Khulafaur rasyidin. Mereka ialah sahabat terdekat nabi Muhammad SAW yakni Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Tugas keempat khalifah tersebut ialah untuk meyakinkan umat islam tetap menjalankan perintah agama islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Setelah masa khalifah selesai maka muncullah waktu dinasti di Arab saudi laksana masa bani umayah dan Abasiyah dan dominasi dinasti tersebut menguat sejalan dengan menguatnya pengaruh agama islam sampai ke Eropa dan Afrika. Islam lantas tersebar kepenjuru dunia lewat usaha-usaha dakwah yang tidak terhenti dan terputus sesudah wafatnya nabi Muhammad SAW.

Rabu, 28 Agustus 2019

TENTANG TURUNNYA AYAT KURSI & KEISTIMEWAANNYA



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ


Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam setelah Rasulullah SAW hijrah dari kota Makkah ke Madinah. Ayat Kursi ini diantarkan oleh beribu-ribu Malaikat.

Kenapa sampai diantarkan beribu-ribu Malaikat?
Karena Ayat ini adalah Ayat yang paling mulia didalam Al-Qur'an sehingga para Malaikat pun ikut mengiringi atas perintah Allah SWT.

Mengingat keagungan Ayat Kursi ini, sampai-sampai Iblis dan Setan pun gempar karena menganggap Ayat ini sebagai penghalang bagi mereka dalam usahanya menggoda dan menjerumuskan manusia.

Maka Rasulullah SAW segera memerintahkan Zaid bin Tsabit (juru tulis) untuk segera mencatat dan menyebarkannya ke seluruh ummat. Agar bisa diamalkan dalam kehidupan nyata mengingat betapa besarnya keistimewaan-keistimewaan ayat ini.

Berikut bacaannya :

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)

Ayat Kursi adalah Ayat yang paling mulia didalam Al-Qur'an sebagaimana disebut dalam Hadits Rasulullah SAW :

"Dari Ubay bin Ka'ab, bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya :
"Ayat apakah yang paling agung di dalam Kitabullah (Al-Qur'an)?"
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." sahut Ubay bin Ka'ab.
Maka Rasulullah SAW terus mengulang-ulang pertanyaan tersebut.
Dan akhirnya Ubay bin Ka'ab menjawab,"Ayat Kursi."
Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Engkau akan dilelahkan oleh ilmu wahai Abu Mundzir (sebutan Rasulullah kepada Ubay). Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya Ayat Kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang selalu mensucikan Al-Malik (Allah) di sisi tiang 'Arsy." (HR. Ahmad)

BEBERAPA KEISTIMEWAAN AYAT KURSI

Rasulullah SAW Bersabda :
"Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi menjelang tidur, maka Allah SWT akan mengirim (mengutus) Malaikat untuk menjaganya sampai pagi. Dan setan tidak akan mendekatinya (mengganggu) sampai pagi hari." (H.R. Bukhari)

Dalam Hadits lain Rasulullah SAW juga Bersabda :
"Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai Shalat Wajib, maka tak ada penghalang baginya untuk masuk surga selain kematian." (HR. Thabrani - Nasa'i)

Barakallahufiikum
Semoga menjadi amal jariyah kebaikan buat kita bagi yang membagikannya,
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Aamiin Ya Robbal Alamiin




Selasa, 13 Agustus 2019

HUKUM TIDAK MEMBAYAR HUTANG BERDARKAN PENJESAN DARI ISLAM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ



Gambar terkait
Islam ialah doktrin yang mengatur dan berisi segala aspek kehidupan manusia. Nilai-nilai islam dimulai dari sekian tidak sedikit hal seperti masalah hukum, ekonomi, berkeluarga, etika, dan lain sebagainya. Termasuk dalam hal keseharian islam mengatur masalah sub dari ekonomi yaitu masalah hutang piutang pun harus sesuai dengan landasan nilai yang terdapat pada rukun islam , rukun iman , Fungsi Iman Kepada Kitab Allah, Fungsi Iman Kepada Allah SWT, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.

“Hai orang-orang yang beriman! Apabila kalian ber-mu’aamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.” (QS Al-Baqarah: 282)

Salah satu aturan dalam masalah ekonomi ini merupakan yang tercantum dalam ayat di atas yaitu perintah guna orang beriman supaya melafalkan permuamalahan yang dilakukan maka harus di tuliskan secara jelas dan rinci, agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Termasuk dalam menggarap hutang.

Hutang menjadi suatu yang salah dan menikmati hal yang berdosa karena hal ini menyankut hak dan harta orang lain. Tidak membayar dan menunaikan harta dari orang lain tentunya telah merampas dan mengambil jalan yang tidak baik dari orang lain. Hal ini menjadi akibat mendzalimi dan menyakiti orang lain atas hak yang harusnya dimiliki olehnya.

Untuk itu, berikut merupakan penjelasan mengenai masalah hutang dan hukum tidak membayar hutang yang harus dipahami oleh umat islam.

Tidak Membayar Hutang merupakan Dosa

Orang-orang yang tidak membayar hutangnya tentu merupakan suatu yang mengandung dosa. Hutang merupakan akad atau janji yang harus juga dipenuhi. Sedangkan bentuk pelanggaran akad dan janji merupakan hal yang juga berdosa. Untuk itu, harus hukumnya untuk menunaikan pembayaran dan pembalasan hutang. Sedangkan tidak menunaikannya merupakan haram hukumnya.

Dalam hadist, disebutkan mengenai permasalahan hutang “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan pembelian makanan dari seorang Yahudi dengan tidak tunai, kemudian beliau menggadaikan baju besinya” (HR Al-Bukhari) Hal ini menunjukkan bahwa ketika Rasul pernah berhutang, maka ia menggadaikan baju besinya sebagai bentuk jaminan dan proses pembayarannya.

Untuk itu, sebelum waktu akad atau waktu perjanjian hutang habis, maka si penghutang harus segera menyelesaikannya. Hal ini karena tidak mungkin kita membawa hutang dalam kematian kita. Karena hal ini akan ditagih dan dimintai pertanggungjawaban, kecuali bag si pemberi hutang sudah mengikhlaskan.

Untuk itu, alangkah baiknya bila memang tersendat atau belum bisa untuk melaksanakan pembayaran hutang segera untuk mendatangi dan membciarakan-nya guna si penghutang. Di samping tersebut pun sekaligus menyerahkan penjelasan dan akad selanjutnya. Tentu sekaligus meminta maaf atas tersendatnya pembayaran tersebut. Karena dosa bila manusia terutama seorang muslim yang beriman tidak menunaikan kewajibannya, dan melanggar hak guna orang lain.

Hadist-Hadist dan Riwayat Mengenai Masalah Hutang

Berikut merupakan hadist-hadist dari riwayat mengenai masalah hutang. Sungguh riskan andai seseorang tidak menunaikan hutangnya dan melalaikannya, apalagi jika dilakukan di sengaja.

Hutang yang Belum Dibayar akan Diganti dengan Kebaikannya
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa di hari kiamat tentu hutang akan dimintai pertanggung jawaban. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kebaikan kita akan menjadi tebusan dalam hari akhir nanti. Artinya kebaikan kita akan berkurang pahalanya karena hutang yang belum di bayar.

Berniat Tidak Melunasi Hutang Sama Seperti Pencuri
“Siapa saja yang berhutang lantas berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah)

Orang yang tidak melunasi hutangnya sebagaimana disebutkan dalam hadist di atas disamakan sebagaimana pencuri. Hal ini tentu tidak berkeinginan terjadi pada kamu sebagai orang yang beriman bila tidak ingin disamakan dengan seorang pencuri. Untuk itu, perhatian terhadap hutang haruslah diangkat tinggi oleh penghutang.
kursus komputer majalengka

Niat Menghancurkan Manusia, akan Dihancurkan oleh Allah
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat berkeinginan menghancurkannya, maka Allah pun bakal menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari)

Tidak membayar hutang dengan kata lain ialah memungut hak atau harta dari manusia yang lain sebagaimana seharusnya hal itu dikembalikan kepada orang yang bersangkutan. Untuk itu, hal ini seperti niat menghancurkan manusia, maka Allah bakal pun menghancurkan dirinya.

Hutang Tidak Akan Diampuni
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim)

Dalam hadist ini juga disebutkan bahwa hutang menjadi dosa yang tidak diampuni jika sengaja tidak dilakukan pembayaran atau pelunasan.

Pertolongan Allah Bagi yang Berniat Melunasi Hutangnya
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang berkeinginan melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang itu sekitar hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah)

Hutang Hendaknya Dijauhi, Walau Diperbolehkan

Sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab orang beriman yang berhutang, maka ia harus berniat untuk melunasinya. Sedangkan Allah akan membantu niat baik kita apabila telah berniat terhadap hal tersebut.

Melakukan hutang tentu dalam islam diperbolehkan apabila hal tersebut untuk tujuan baik, terutama yang sehubungan dalam pencapaian misi manusia sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Berdasarkan penjelasan dari Islam sesuai dengan fungsi agama , Dunia Berdasarkan penjelasan dari Islam, Sukses Berdasarkan penjelasan dari Islam, Sukses Dunia Akhirat Berdasarkan penjelasan dari Islam, dengan Cara Sukses Berdasarkan penjelasan dari Islam. Namun tidak diperbolehkan untuk tujuan yang haram dan dilarang oleh Allah SWT, atau berpengaruh buruk guna diri dan masyarakat.

Berhutang tentunya diperbolehkan dalam islam, tetapi tidak boleh hingga hutang melilit kehidupan anda sampai hingga pada titik kita sulit untuk membayarnya. Dari adanya informasi dan hadist-hadist di atas umat islam harus memperhatikan bahwa apa yang menjadi hutang kamu haruslah dibayar dan diusahakan untuk membayarnya sebelum jatuh tempo berakhir. Tentu jangan sampai pun anda terjebak pada hutang yang mengandung riba atau harta riba yang haram. Riba hukumnya haram dan jangan sampai keterpurukan menyertai kamu sebagai umat islam dengan lilitan hutang dan riba yang tiada pernah sampai pada ujungnya.

Untuk itu, selalulah berdoa guna Allah agar senantiasa dijauhi dari hutang dan riba.
Wassalamu Alaikum Wr.Wb


SUMBER ILMU FIQIH


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ


Gambar terkait

1. Al-Qur’an

Al-Qur’an ialah kitab suci yang diturunkan oleh Allah untuk Nabi Muhammad saw yang sampai untuk kita dari sumber-sumber yang terpercaya. Al-qur’an adalahmukjizat terbesar yang diserahkan kepada rasul terakhir Muhammad saw, buku suci agama islam yang bakal terjaga keasliannya sampai akhir zaman. Susunan bahasa dan gaya sastra al-qur’an yang tinggi menjadi bukti kuat andai ayat-ayat dalam al-Qur’an bukanlah produksi manusia tetapi wahyu Allah.

2. As-Sunah

Sunah merupakan perkataan, perbuatan, dan pernyataan Nabi anda Muhammad saw yang bisa dijadikan dasar hukum Islam. Perkataan Nabi saw ialah sabda beliau saw yang dilantunkan dari lisan beliau sendiri untuk para sahabat. Perbuatan Nabi saw ialah semua tindak tanduk tindakan beliau yang diriwayatkan oleh semua sahabat, contohnya beliau mengajarkan untuk para shahabatnya bagaimana teknik sholat. Pengakuan Nabi saw merupakan perbuatan semua sahabat di hadapan Nabi saw yang tidak dipedulikan dan tidak ditangkal oleh beliau, contohnya diamnya beliau sewaktu menonton shahabat memakan daging biyawak pada sebuah masa.

Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوۚ

“Dan apa yang diserahkan rasul kepadamu, terimalah ia, dan apa yang dilarang olehnya atasmu, tinggalkanlah.” (al-Hasyr: 7)

Adapun hadist yang diriwayatkan semua sahabat dan dapat dipungut sebagai hukum guna menghalalkan sesuatu atau mengharamkannya ialah hadits shahih, lantas hadits hasan. Perbedaan hadits shahih dan hasan terletak pada kedhabithannya (kekuatan atau kecermatannya). Jika hadits shahih tingkat dhabithnya mesti tinggi, maka hadits hasan tingkat kedhabithannya (kekuatan atau kecermatannya) berada dibawahnya. Hadits Hasan ialah tingkatan hadits yang terdapat dibawah hadits shahih. Hadits Hasan pun adalahhadits yang diriwayatkan oleh rawi familiar dan diamini keakuratannya oleh mayoritas pakar hadits. Sedangkan hadits dhaif (lemah) tidak dapat diambil sebagai keputusan guna menghukum yang halal dan haram tapi dapat digunakan sebagai pelengkap ibadah.

Rasulallah saw bersabda: “Ketahuilah, bahwasannya aku diserahkan Al-Kitab dan yang sepertinya bersamanya,” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

3. Al-Ijma’

Ijma’ merupakan kesepakatan semua mujtahid atau ulama umat nabi Muhammad saw dalam sebuah masa sesudah wafat beliau atas sebuah hukum tertentu. Selanjutnya andai mereka sudah mensepakati masalah hukum tersebut, maka hukum tersebut menjadi aturan agama yang wajib dibuntuti dan tidak barangkali menghindarinya. Contohnya Ijma’ semua shahabat Nabi saw dimasa sayyidina Umar ra dalam mendirikan sholat tarawih.

Allah berfirman:

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

”Dan barang siapa yang membangkang Rasul setelah jelas kebenaran baginya, dan mengekor jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang sudah dikuasinya tersebut dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam tersebut seburuk-buruk lokasi kembali.” an-Nisa’ 115

Rasulallah saw bersabda: “Tidak bersepakat umatku atas kesesatan” (Abu Daud)

4. Al-Qiyas

Qiyas merupakan persamaan hukum sesuatu yang tidak terdapat dalilnya dengan hukum sesuatu yang terdapat dalilnya dikarnakan nyaris bersamaan atau sebab adanya persamaan hukum. Jumhur ulama muslimin bersepakat bahwa qiyas adalahhujjah syar’i dan selanjutnya mejadi sumber hukum, contohnya:

Allah sudah mengharamkan Khamr (arak), sebab merusak Akal, memusnahkan badan, menguras harta , Maka segala minuman yang memabukkan hukumnya haram dikiyaskan dari khamr (arak)

Rasulallah telah mengharuskan zakat ternak unta, sapi dan kambing. Maka segala fauna ternak yang sejenis fauna tersebut diatas maka mesti dizakatkan contonya kerbau mesti dizakatkan dikiyaskan dari sapi

Allah berfirman:

فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

“Maka ambillah (kejadian itu) guna menjadi pelajaran, hai orang-orang yang memiliki pandangan”. (al-Hasyr 2)

KEUTAMAAN MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI DALAM ISLAM


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ



Gambar terkait

1. Merupakan konsekuensi iman kepada Allah SWT
Silaturahmi adalah tanda-tanda seseorang beriman kepada Allah SWT ( baca manfaat beriman kepada Allah SWT dan fungsi Iman ) sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda:

” مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

2. Dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya

Orang yang suka mengunjungi sanak saudaranya serta menjalin silaturhami akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang berbunyi

” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “
“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

3. Terhubung dengan Allah SWT

Menyambung tali silaturahmi sama dengan menyambung hubungan dengan Allah SWT sebagaimana disebutkan hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:

” إَنَّ اللهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ:هَذَا مَقَامُ الْعَائِذُ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ. قَالَ: َنعَمْ, أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكَ وَأَقْطَعَ مَنْ َقطَعَكَ؟ قَالَتْ: بَلَى. قَالَ: فَذَلِكَ لَكَ ”
“Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”
4. Penyebab Masuk surga dan dijauhkan dari neraka
Balasan orang yang menyambung tali silaturahmi adalah didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana yang tertera dalam hadist berikut ini :

” تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ “
“Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim)
Dan dalam satu riwayat:

” إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُهُ بِهِ دخَلَ َالْجَّنََّةَ “
“Jika dia berpegang dengan apa yang Kuperintahkan kepadanya niscaya ia masuk surga.”
5. Merupakan bentuk Ketaatan kepada Allah SWT
Menyambung tali silaturahmi adalah salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT maka dengan menjalankan perintahnya maka kita taat kepada Allah SWT. Menjalin silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak terpuji.
Allah swt berfirman:

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَآأَمَرَ اللهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ
“dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk” (QS. Ar-Ra’d :21)
6. Pahalanya seperti memerdekakan budak
Sebuah hadist meriwatkan bahwa dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?” Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda:

” أَمّا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ ِلأَجْرِكِ “
“Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.”
7. Bersedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain
Mengunjungi sanak saudara dan bersedekah adalah salah satu perbuatan mulia dan memiliki faedah yang besar. ( baca keutamaan bersedekah )Bersedekah kepada keluarga lebih diutamakan daripada bersedekah kepada orang lain dan bisa menghindari dari perbuatan riya. Bersedekah kepada keluarga dan orang lain kemudian menceritakannya atau riya adalah salah satu dari hal-hal yang menghapus amal ibadah sedekah tersebut,
Hal ini dianjurkan kepada setiap umat muslim sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist dari Salman bin ‘Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda:

” الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ “

“Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)
Demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah radhiyallahu ‘anha, istri Abdullah bin Mas’ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda:

” لَهَا أَجْرَانِ: أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ “
“Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Meskipun silaturahmi memiliki banyak keutaam tidak sedikit orang yang meninggalkannya. Menyepelekan bersilaturahmi bukanlah hal yang baik. Meskipun orang yang kita kunjungi berbuat zhalim, melakukan fitnah ( baca larangan fitnah dalam islam )atau memiliki sifat sombong kepada kita namun tetap saja kita harus menjalin tali silaturahmi yang baik sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut :
Dan dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra aku berkata: Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yang utama, maka beliau bersabda:

” صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ “
“Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu” (HR Ahmad)
Orang yang memutuskan silaturahmi tidak hanya berdosa besar melainkan juga akan diberikan ganjaran sebagaimana yang hadist berikut :

” اَلرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُوْلُ: مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللهُ “
“Rahim bergantung di Arys seraya berkata: Barangsiapa yang menyambung hubunganku niscaya Allah swtmenyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskan aku niscaya Allah swt memutuskan hubungan dengannya” (HR Bukhari dan Muslim)

” مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ “
“Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi)
Dan diriwayatkan bahwa orang yang memutuskan tali silaturahmi, amalannya tidak akan diterima, dari Abu Hurairah ra ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

” إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ “
“Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi” (HR Ahmad)
Abdullah bin Abi Aufa ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

” لاَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ “
“Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi” (HR Muslim
Dan orang yang memutuskan tali silaturahmi terancam tidak bisa masuk surga, dari Abu Muhammad Jubair bin Muth’im ra, dari Nabi saw beliau bersabda:

” لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ “
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim)
Demikianlah keutamaan menyambung tali silaturahmi dan ganjaran yang kita peroleh jika melakukannya ataupun meninggalkannya. Islam mengajarkan kita untuk selalu meiliki akhlak terpuji dan beramal shaleh. mengunjungi sanak saudara dan menjaga lisan sangatlah diutamakan karena bahaya lidah sangatlah besar. Semoga kita senantiasa mendapat hidayah Allah SWT dan terhindar dari siksa di hari kiamat.
Aamiin Ya Robbal Alamiin.
Barakallahufiikum

Daikin Ketika membahas soal merk AC yang bagus, Anda pasti tidak akan melewatkan Daikin. Ini adalah merk AC yang sudah cukup lama ber...